Mengenal Tanda-Tanda Demam Berdarah pada Si Kecil

March 12, 2020

Satu malam, orang bisa tiba-tiba mengalami demam tinggi dan muntah. Bahkan mengalami perdarahan. Hal ini bisa terjadi pada fase-fase kritis demam berdarah dengue. Yuk kenali gejala demam berdarah agar terhindar dari kejadian mengejutkan seperti itu. Apalagi Indonesia merupakan negara dengan kasus demam berdarah dengue tertinggi di Asia Tenggara.

Demam berdarah dengue ditularkan nyamuk Aedes aegypty. Nyamuk akan mengisap darah orang yang terifeksi DBD, lalu saat ‘menggigit’ orang lain, virus dengue akan masuk ke aliran darahnya. Jika kekebalan tubuh Si Kecil tidak baik, maka risikonya tertular akan meningkat. Demam berdarah menyebabkan trombosit, bagian darah yang membantu berhentinya pendarahan, menurun.

Jika Si Kecil sudah menunjukkan gejala-gejala di bawah, tidak ada salahnya untuk dibawa ke dokter untuk diagnosis lebih lengkap. Beberapa di antaranya:

-Demam tinggi setelah digigit nyamuk

Si Kecil akan demam hingga empat puluh derajat Celsius selama 2-7 hari. Demam ini akan turun setelah 7 hari, sehingga banyak orang tua terkecoh. Demam yang turun justru menandakan Si Kecil yang sedang memasuki fase kritis.

-Sakit kepala

Gejalanya memang mirip flu, seperti mengalami sakit kepala. Karena itu banyak yang tidak terdiagnosis dengan tepat.

-Nyeri sendi dan otot

Selain demam, Si Kecil juga akan merasakan nyeri pada otot-ototnya. Apalagi jika demam tinggi berkepanjangan, beberapa mungkin mengalami kejang.

-Muncul ruam merah pada kulit

Berbeda dengan merah karena digigit nyamuk umumnya. Ruam merah ini tidak hilang walau bagian kemerahannya dicubit.

-Mual

Jika sampai tahap lebih parah, Si Kecil bahkan akan merasakan perut nyeri saat ditekan. Bahkan ada kemungkinan muntah berkali-kali.

Kembali ke Kumpulan Artikel