Cegah Risiko Si Kecil Terkena Stunting Sejak Dini!

15/11/2021
Cegah Risiko Si Kecil Terkena Stunting Sejak Dini!
Hal yang perlu Ibu ketahui tentang Stunting

Stunting merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang yang dapat terjadi pada Si Kecil. Kondisi ini menyebabkan anak memiliki tubuh yang pendek. Stunting dapat disebabkan oleh faktor genetik, sanitasi yang kurang baik, serta kurangnya asupan nutrisi selama masa kehamilan. 

Tidak hanya tampak pendek, stunting juga berisiko mengganggu perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak. Selain itu, stunting juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami berbagai penyakit kronis ketika dewasa, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Kabar baiknya, stunting bisa dicegah sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan.

Gangguan pertumbuhan stunting dapat dipantau melalui perkembangan tinggi Si Kecil. Ibu dapat memantau pertumbuhan Si Kecil dengan membawanya ke dokter anak atau posyandu secara berkala. 

Cara Mencegah Stunting

Stunting pada Si Kecil dapat dicegah sejak masa kehamilan hingga saat Si Kecil berusia dua tahun, atau disebut juga sebagai periode 1000 hari pertama kehidupan. Berikut ini adalah beberapa cara cegah risiko Si Kecil terkena stunting sejak dini:

Cukupi kebutuhan zat besi, asam folat, dan yodium.

Zat besi, asam folat, dan yodium merupakan nutrisi penting yang wajib dipenuhi ibu hamil untuk mencegah stunting. Kekurangan zat besi dan asam folat dapat meningkatkan risiko anemia pada Ibu saat masa kehamilan. Anak yang lahir dari ibu hamil dengan anemia lebih berisiko mengalami stunting.

Hindari paparan asap rokok

Agar Si Kecil dapat tumbuh dengan sehat selama dalam kandungan, Ibu harus berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok. Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur atau memiliki berat badan kurang.

Rutin melakukan pemeriksaan kandungan

Hal yang tidak kalah penting dalam mencegah stunting merupakan pemeriksaan kandungan secara berkala. Pemeriksaan rutin selama hamil bermanfaat untuk memastikan nutrisi yang dikonsumsi Ibu cukup dan mendeteksi jika ada komplikasi pada kehamilan. Semakin cepat diketahui, komplikasi kehamilan dapat semakin cepat diatasi.

Kemudian setelah Si Kecil lahir, lanjutkan upaya pencegahan stunting dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya. Setelah berusia lebih dari 6 bulan, Si Kecil dapat diberikan lengkapi kebutuhan nutrisinya dengan MPASI.

Jangan lupa berikan anak imunisasi sebagai upaya perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi, terutama imunisasi dasar sesuai anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 

Salah satu pertanda stunting merupakan rewel, mudah lelah, dan imunnya rendah. Berikan ketenangan yang dibutuhkan Si Kecil serta jaga keceriaannya dengan Transpulmin Baby. Transpulmin adalah balsam khusus Si Kecil yang telah dipercaya lebih dari 30 tahun dari bahan alami berupa ekstrak chamomile dan eucalyptus yang mampu redakan gejala bapil dan gangguan kesehatan lain. Balurkan balsam Transpulmin di dada, punggung dan lehernya tipis-tipis untuk mendapatkan manfaatnya.

Jangan lupa selalu stock Transpulmin untuk Si Kecil ya Bu!

Sumber: https://www.alodokter.com/cara-mencegah-stunting-pada-anak-sejak-masa-kehamilan 

Kembali ke Kumpulan Artikel