Mengenal Kolik pada Si Kecil yang Baru Lahir

April 9, 2021

Bicara soal kolik pada Si Kecil usia bayi, memang terkesan sedikit misterius, karena tanda yang terlihat hanyalah dia menangis lebih sering dari biasanya. Biasanya kolik terjadi beberapa minggu awal setelah Si Kecil lahir dan akan berhenti setelah berusia 4 bulan. Tentu hal ini bisa mengundang kepanikan, terutama pada ibu baru yang di sore jelang malam harus menghadapi tangisan Si Kecil yang lebih heboh dan sulit diredakan.

Tidak selamanya kolik pada bayi berarti perut kembung atau masuk angin

Menurut dokter spesialis anak, Ronal Barr, MDCM., FRCPC, yang juga merupakan ahli perilaku bayi dari Universitas di British Coloumbia, Kanada, ada Si Kecil yang jarang atau sering menangis. Namun hal ini tidak berarti ada sesuatu yang salah dengan Si Kecil. Selain itu, ia menambahkan, bahwa tidak ada bukti ilmiah bahwa simethicone atau unsur penyalur gas dalam perut yang diklaim oleh obat-obat tertentu akan menyembuhkan kolik. Namun, dari sebuah riset awal pada bayi-bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, ditemukan fakta bahwa Lactobacillus reuteri, bakteri sehat yang terdapat dalam suplemen yang dikonsumsi ibu dapat menurunkan tingkat tangis bayi hingga 95%, walau belum ditemukan korelasinya.

Kondisi lain yang diduga dapat menjadi penyebab kolik

Pada Si Kecil baru lahir, khususnya yang lahir prematur, sistem sarafnya belum berkembang dengan baik, hal ini bisa menjadi penyebab kolik pada Si Kecil sehingga dia menangis cukup sering dan lama. Meski belum ada bukti ilmiah bahwa kolik disebabkan oleh perut kembung, namun kondisi gangguan pencernaan, termasuk produksi gas dalam saluran cerna dan usus yang sensitif terhadap jenis protein tertentu merupakan faktor paling umum penyebab kolik pada Si Kecil. Akan tetapi, ingat juga bahwa rasa lapar maupun terlalu kenyang juga dapat membuat dia tidak nyaman. Sementara, yang mampu Si Kecil lakukan hanyalah menangis.

Bahkan, menurut Dr. dr. Muzal Kadim, Sp.A(K), faktor psikologis juga bisa menyebabkan Si Kecil mengalami kolik. “Kolik banyak permasalahannya dan antar bayi bisa memiliki gejala yang beda,” tegasnya. Si Kecil yang baru berusia satu bulan bisa saja mengalami kerinduan hidup di dalam kandungan ibunya. Perpindahan dari kandungan ke dunia merupakan hal yang mengejutkan bagi bayi, tidak heran di masa awal setelah lahir, dia merasa tidak nyaman.

Yang dapat dilakukan ketika Si Kecil mengalami kolik

Mengacu pada penjelasan Dr. dr. Muzal Kadim, SpA(K), itulah sebabnya, Si Kecil yang mengalami kolik biasanya akan cenderung merasa lebih baik jika digendong atau dipeluk oleh ibunya.

Sementara, faktor lain seperti sensitivitas bayi terhadap jenis protein tertentu erat hubungannya dengan konsumsi susu sapi. Bisa saja Si Kecil mengalami intoleransi protein dari susu sapi atau produk susu lain. Tentunya, kita semua tahu bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, namun pada kondisi tertentu, konsumsi susu formula mungkin juga dibutuhkan, dengan catatan harus berdasarkan resep dokter, untuk menghindari terjadinya efek samping yang tidak diinginkan pada Si Kecil.

Selain itu, kemungkinan sensitivitas terhadap jenis protein juga bisa saja terjadi ketika ibu mengonsumsi susu maupun makanan berbahan dasar susu selama menyusui. Cobalah berhenti mengonsumsi susu maupun makanan berbahan susu dalam jangka waktu tertentu. Sebagai pengganti susu, konsumsilah sumber kalsium lain seperti suplemen.

Kondisi saat mengalami kolik yang perlu diwaspadai

Kolik sebetulnya bukanlah penyakit yang membahayakan kesehatan Si Kecil. Selain menggendong agar ia merasa lebih nyaman, Ibu bisa memijat perut bayi dengan lembut menggunakan Transpulmin Baby. Transpulmin Baby adalah balsam khusus Si Kecil yang aman digunakan Si Kecil usia 0 – 24 bulan dan telah dipercaya lebih dari 30 tahun dari bahan alami berupa ekstrak chamomile dan eucalyptus yang mampu redakan gejala bapil dan 6 gangguan kesehatan lain, termasuk kolik. Balurkan balsam Transpulmin di dada, punggung dan lehernya tipis-tipis untuk mendapatkan manfaatnya.

Namun, bila Si Kecil mengalami hal ini, maka Ibu perlu segera membawanya ke dokter:

 

Transpulmin Baby bantu redakan kolik secara alami

Nah, setelah Ibu tahu lebih lanjut tentang kolik, Ibu juga bisa menggunakan Transpulmin untuk meredakan bersin nya karena gejala bapil secara alami tanpa obat lho. Transpulmin adalah balsam khusus Si Kecil yang telah dipercaya lebih dari 30 tahun dari bahan alami berupa ekstrak chamomile dan eucalyptus yang mampu redakan gejala bapil dan gangguan kesehatan lain, termasuk kolik. Balurkan balsam Transpulmin di dada, punggung dan lehernya tipis-tipis untuk mendapatkan manfaatnya.

Jangan lupa selalu stock Transpulmin untuk Si Kecil ya Bu!

 

Sumber:

https://mommiesdaily.com/2020/10/08/mengenal-kolik-pada-bayi-baru-lahir/

Kembali ke Kumpulan Artikel