Bedong Bantu Kesehatan, Mitos atau Fakta?

January 29, 2021

Kalau mengikuti tradisi, katanya Si Kecil yang baru lahir harus dibedong. Namun, makin ke sini, makin banyak ibu yang sudah melepaskan keyakinan tersebut. Sebenarnya, apakah Si Kecil harus dibedong? Apakah bedong memang ada manfaatnya untuk pertumbuhan Si Kecil? Simak penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan seputar bedong Si Kecil di bawah ini.

Apa tujuan bedong?

Sebenarnya, membedong Si Kecil itu merupakan tradisi turun temurun yang sudah ada sejak zaman dulu. Tujuan dari bedong sendiri pun bermacam-macam.

Beberapa orang meyakini bahwa apabila Si Kecil dibedong, bayi akan merasa hangat. Dengan begitu, Si Kecil tidak mudah sakit karena kedinginan.

Ada pula yang percaya bahwa tujuan dibedong itu untuk memperbaiki bentuk kaki Si Kecil. Si Kecil yang kakinya sering dibungkus dengan kain diharapkan dapat tumbuh lurus dan tidak bengkok seiring dengan bertambahnya usia.

Berbagai persepsi dan tradisi seperti membedong Si Kecil ini sudah mengakar dan tumbuh dengan kuat di dalam pikiran masyarakat, terutama di Indonesia. Tetapi, apakah benar Si Kecil harus dibedong? Kalau tidak dibedong, apakah kakinya akan bengkok saat ia tumbuh besar?

Apakah Si Kecil harus dibedong supaya merasa hangat?

Pertanyaan ini mungkin pernah atau selalu menghampiri pikiran setiap ibu yang baru memiliki buah hati. Ini karena tradisi bedong sudah sedemikian kuatnya melekat, sampai terkadang kita lupa bahwa tidak semua tradisi itu benar.

Secara ilmiah, membedong Si Kecil tidak memiliki manfaat khusus selain hanya untuk menjaga kehangatan bayi. Perlu dicatat bahwa membedong Si Kecil juga tidak wajib dilakukan.

Ibu bisa menjaga kehangatan tubuh Si Kecil dengan cara lain, misalnya mengatur suhu ruangan supaya tidak terlalu dingin dan mengenakan pakaian dengan bahan yang nyaman untuk Si Kecil.

Benarkah harus membedong Si Kecil agar kakinya tumbuh lurus?

Hal ini tidak benar, bedong tidak akan memberikan pengaruh apapun pada bentuk kaki Si Kecil.

Saat dia baru lahir, kaki Si Kecil pasti berbentuk bengkok karena mengikuti posisi ketika masih berada di dalam kandungan.

Secara alamiah, kaki Si Kecil akan tumbuh lurus seiring dengan bertambahnya usia. Proses ini berlangsung secara bertahap hingga dia kurang lebih berusia 3 tahun.

Jadi, tanpa perlu dibedong atau diluruskan pun kaki Si Kecil akan tetap tumbuh normal dan lurus sendiri pada waktunya.

Apabila Ibu tetap ingin membedong Si Kecil, hal tersebut sah-sah saja dilakukan. Namun, perlu diingat bahwa tujuan bedong Si Kecil bukan untuk meluruskan kaki, melainkan hanya untuk menjaga kehangatan tubuh Si Kecil.

Apa ada bahaya atau risiko membedong bayi?

Setelah mengetahui apakah Si Kecil harus dibedong atau tidak, Ibu mungkin ingin tetap melakukan bedong pada Si Kecil supaya selalu merasa hangat dan nyaman. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membungkus tubuh Si Kecil dengan kain.

Ibu harus ingat bahwa tubuh Si Kecil masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Jadi, jika membedong dilakukan dengan menarik kaki dan mengikatnya, hal tersebut justru dapat menggangg tumbuh kembang Si Kecil.

Kaki Si Kecil yang ditarik dan diikat terlalu kencang malah bisa menghambat perkembangan sendi kaki. Lebih lanjut lagi, kemungkinan saraf-saraf yang ada di sekitar kaki Si Kecil akan mengalami masalah.

Tips membedong Si Kecil yang aman?

Jika Ibu ingin membedong Si Kecil, lakukan dengan cara membedong yang aman dan tidak berisiko. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Ibu lakukan saat membedong Si Kecil.

1. Pilih jenis kain yang tepat

Hal pertama yang harus Ibu perhatikan adalah pemilihan kain untuk membedong. Pastikan Ibu memilih kain dengan bahan yang nyaman dan lembut untuk bayi.

Selain tebal dan hangat, kain untuk membedong tidak boleh terbuat dari bahan yang kasar supaya kulit bayi terhindar dari iritasi.

2. Jangan ikat kain terlalu kencang

Satu lagi yang tidak kalah penting, yaitu hindari mengikat kain bedongan pada Si Kecil terlalu kencang. Kaki dan tangan Si Kecil tidak boleh ditarik atau diluruskan secara paksa ketika dibungkus dengan kain.

Ibu juga harus memastikan Si Kecil tetap bisa bergerak dengan nyaman dan leluasa selama dibedong.

3. Tak perlu membedong Si Kecil seharian penuh

Ibu tidak perlu terus menerus membedong Si Kecil seharian. Si Kecil cukup dibedong seperlunya saja, misalnya saat udara dingin dan bayi sedang tertidur.

Pilihan lain untuk menghangatkan tubuh Si Kecil adalah dengan sering-sering memijatnya dengan balsam khusus yang dapat membuat Si Kecil hangat dan terlindungi. Ibu bisa gunakan balsam Transpulmin Baby yang telah dipercaya ahli selama lebih dari 30 tahun. Transpulmin Baby mengandung kombinasi eucalyptus dan ekstrak chamomile yang dapat memberikan kehangatan khusus yang pas dan aman untuk kulit Si Kecil yang masih sangat sensitif.

Balurkan Transpulmin Baby tipis-tipis ke area dada, punggung dan lehernya 3-4x sehari saat setelah mandi, cuaca dingin, dan sebelum tidur. Selain itu, Transpulmin juga dapat meredakan gejala bapilnya secara alami tanpa obat lho bu.

Sumber: https://hellosehat.com/parenting/bayi/apakah-bayi-harus-dibedong/#gref

Kembali ke Kumpulan Artikel