Batuk Corona Atau Alergi? Begini Cara Membedakannya pada Si Kecil

September 4, 2020

Masa pandemi membuat kita harus ekstra waspada terhadap menjaga kesehatan Si Kecil. Kalau dia sudah mulai batuk-batuk, tentu kita pastinya khawatir. Namun, tanpa bermaksud menakuti, ada baiknya kita juga tahu bu perbedaan antara penyebab batuk karena alergi atau corona, agar bisa cepat diantisipasi. 

Untuk diketahui, alergi pada Si Kecil juga memiliki beberapa gejala yang sama dengan virus corona, seperti batuk dan pilek. Orangtua sebaiknya tidak panik terlebih dahulu jika Si Kecil menunjukkan gejala mirip Covid-19, seperti batuk dan pilek. Bisa saja batuk dan pilek tersebut merupakan gejala alergi.

Konsultan Alergi dan Imunologi Si Kecil, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, SpA (K), M.Kes menyebutkan, gejala alergi akan muncul di tiga organ, salah satunya adalah organ pernapasan. Oleh karena itu, bisa saja terjadi kemiripan antara gejala infeksi dan alergi.

“Dalam masa pandemi banyak orangtua bertanya jika ada gejala di saluran napas, banyak was-was alergi atau infeksi virus Corona.” Demikian diungkapkan Prof. Budi dalam webinar “Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju: Tanggap Alergi di Masa Pandemi untuk Generasi Maju”, Senin (29/6/2020).

Untuk membedakan gejala saluran pernapasan untuk kasus alergi atau infeksi, cobalah menjawab setidaknya tiga pertanyaan berikut.

1. Apakah selama batuk/pilek disertai demam?

2. Apakah sering terjadi di malam hari atau muncul sepanjang hari?

3. Apakah keluar dahak? Jika iya, apakah dahak mengental seperti ingus dan seperti apa warnanya?

Prof. Budi menjelaskan, jika Si Kecil mengalami infeksi, termasuk infeksi Covid-19, maka gejala batuk/pilek biasanya disertai dengan demam, sementara alergi biasanya tidak disertai demam. Jika penyebabnya infeksi, kejadian batuk atau pilek terjadi sepanjang hari, sementara alergi utamanya muncul pada malam hari.

Dahak atau ingus yang mengental dan berwarna juga merupakan gejala infeksi, sedangkan ingus atau dahak pada Si Kecil yang menderita alergi cenderung encer dan bening. Jika Si Kecil mengalami baik infeksi maupun alergi, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa yang akurat dan Si Kecil bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

“Jangan mendiagnosa sendiri atau mengobati atau mengambil tindakan sendiri, karena mendiagnosa, mengobati atau melakukan tindakan sendiri tanpa dikonsultasikan kepada dokter bisa menyebabkan diagnosa yang terlambat serta penanganan tidak sesegera mungkin dan optimal,” katanya.

Paling penting saat gejala bapil menghampiri Si Kecil, Ibu tidak perlu terburu-buru memberi Si Kecil obat ya! Pakai balsam Transpulmin yang dapat meredakan gejala bapil secara alami ya bu. Transpulmin telah dipercaya selama lebih dari 30+ tahun oleh dokter  anak sejak tahun 1986. Untuk Si Kecil usia 0 – 24 bulan, gunakan kehangatan khusus dari Transpulmin Baby dan untuk Si Kecil usia > 2 tahun, gunakan Transpulmin Kids yang punya kehangatan khusus. Balurkan ke dada, punggung dan leher Si Kecil untuk meredakan gejala. Gunakan 3-4x sehari untuk menghangatkan dan rileksasi Si Kecil, meredakan gejala bapil sert mencegah virus dan bakteri dari Si Kecil. Jangan lupa selalu stock Transpulmin untuk Si Kecil ya bu!

Sumber: https://kesehatan.kontan.co.id/news/cara-bedakan-batuk-dan-pilek-karena-alergi-dengan-gejala-corona-pada-anak-anak

Kembali ke Kumpulan Artikel