Aman Menjemur Si Kecil, Begini Caranya!

August 28, 2020

Sinar matahari pagi yang baik mengandung banyak manfaat bagi Si Kecil. Namun di tengah kondisi pandemi seperti ini, apa saja tips dan trik yang perlu Ibu ketahui agar bisa aman menjemur Si Kecil?

Menjemur Si Kecil di bawah sinar matahari pagi sudah menjadi kebiasaan sejak lama. Hal ini tidak hanya sekadar kebiasaan, tetapi memiliki manfaat pada perkembangan tulang dan pertumbuhan Si Kecil. Namun menjemur Si Kecil tidak bisa sembarangan, ada beberapa cara yang perlu diperhatikan.

Mengutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia, sinar matahari penting untuk meningkatkan vitamin D pada kulit. Si Kecil perlu terpapar radiasi sinar ultraviolet B (UVB) dalam tingkat yang rendah, untuk dapat memproduksi vitamin D. 

Sebagian besar bayi lahir dengan kadar vitamin D rendah di dalam tubuh, oleh karena itu bayi mengandalkan vitamin D yang berasal dari ASI, sinar matahari, dan suplementasi. 

Vitamin D diperlukan tubuh untuk membantu menyerap kalsium dan fosfor dari makanan. Kedua mineral ini penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. 

Cara menjemur Si Kecil yang tepat

Menjemur Si Kecil memiliki manfaat untuk kesehatan tulang, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut cara menjemur bayi yang tepat, mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

1. Jemur dalam waktu singkat

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan untuk menjemur bayi di bawah sinar matahari dalam waktu singkat, sekitar 15-20 menit.

Selain itu waktu menjemur Si Kecil sebaiknya di bawah jam 10 pagi dan di atas jam 4 sore. Alasannya, jam 10 pagi sampai 4 sore adalah waktu dengan jumlah radiasi sinar UVB paling tinggi. Hal tersebut bisa merusak kulit si kecil.

2. Tidak perlu melepas pakaian

Beberapa orang merasa perlu melepas pakaian bayi ketika akan menjemur, tapi cara itu tidak perlu dilakukan. IDAI menganjurkan orangtua untuk memakaikan baju, topi, dan tabir surya lama menjemur bayi di bawah matahari langsung. 

Sinar matahari sudah cukup kuat untuk memberikan tambahan vitamin D pada tubuh si kecil, maka tidak perlu melepas pakaiannya. 

Melepas pakaian justru meningkatkan risiko penyakit lain, seperti pilek, sampai kanker kulit kulit dan melanoma. 

3. Bayi 0-6 bulan tidak perlu tabir surya

American Academy of Pediatrics menganjurkan, Si Kecil yang berusia di bawah 6 bulan sebaiknya tidak menggunakan tabir surya.

Hal ini disebabkan oleh kulit Si Kecil masih sensitif dan mudah iritasi jika dipakaikan tabir surya. Oleh karena itu lebih baik menghindarkan bayi yang baru lahir dari paparan matahari langsung.

Jika Si Kecil sudah berusia lebih dari 6 bulan dan ingin memakaikan tabir surya sebelum bepergian ke luar, sebaiknya pilih tabir surya dengan minimal SPF 15 dan oleskan ke bayi 15-20 menit sebelum ke luar. Ini salah satu cara menjemur bayi yang perlu diperhatikan.

4. Perhatikan bagian tubuh yang harus dihindari

Ketika sedang menjemur Si Kecil, hindari untuk memakai cara yang kurang tepat. Sebagai contoh, membiarkan sinar matahari langsung mengenai kepala, wajah, dan mata bayi. Sinar matahari dapat mempengaruhi retina mata pada Si Kecil.

Terpapar sinar matahari terlalu lama dapat membuat kulit bayi terbakar. Kulit bayi yang terbakar dapat menyebabkan nyeri, demam, dan dehidrasi pada bayi. 

Selain itu, juga dapat meningkatkan risiko melanoma (jenis yang paling mematikan dari kanker kulit) serta kerutan di kemudian hari.

Nah itu dia hal yang harus diperhatikan saat menjemur Si Kecil ya bu. Setelah menjemur dan selesai memandikan Si Kecil, jangan lupa balurkan Transpulmin Baby ke dada, punggung dan leher Si Kecil untuk membuatnya hangat. Transpulmin Baby juga dapat meredakan gejala bapil secara alami dan mencegah virus serta bakteri dari Si Kecil. Kebaikannya sudah ada dalam satu produk, jadi lebih hemat kan bu! Transpulmin telah dipercaya selama lebih dari 30+ tahun oleh dokter anak sejak tahun 1986.

Untuk Si Kecil usia 0 – 24 bulan, gunakan kehangatan khusus dari Transpulmin Baby dan untuk Si Kecil usia > 2 tahun, gunakan Transpulmin Kids yang punya kehangatan ekstra. Balurkan ke dada, punggung dan leher Si Kecil sebanyak 3-4x sehari untuk menghangatkan dan rileksasi Si Kecil, meredakan gejala bapil serta mencegah virus dan bakteri dari Si Kecil. Gunakan setelah mandi, sebelum tidur, saat terkena gejala bapil dan saat cuaca dingin. Jangan lupa selalu stock Transpulmin untuk Si Kecil ya bu!

Sumber: https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/yang-harus-diperhatikan-saat-menjemur-bayi-baru-lahir/#gref

Kembali ke Kumpulan Artikel