Imunisasi Si Kecil? Siapkan 7 Hal Ini Sebelum Pergi!

10/07/2020

Imunisasi Si Kecil? Siapkan 7 Hal Ini Sebelum Pergi!

Imunisasi Si Kecil terimbas dari  pandemi virus corona yang mengejutkan dunia ini. Tidak sedikit orang tua yang ragu membawa Si Kecil ke rumah sakit atau puskesmas untuk melakukan imunisasi karena takut tertular virus yang sudah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia ini.

Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menginstruksikan agar pelayanan imunisasi untuk anak tetap berjalan sesuai jadwal, meski saat ini Indonesia tengah dirundung wabah COVID-19 akibat virus Corona.

Wajibnya imunisasi dasar lengkap diberikan kepada anak bukan tanpa alasan. Imunisasi lewat pemberian vaksin akan membantu sistem imun anak memproduksi antibodi khusus untuk melawan beragam penyakit infeksi berbahaya yang mengancam anak-anak, seperti hepatitis B, difteri, dan polio.

Bila melewatkan imunisasi, anak dikhawatirkan menjadi rentan tertular penyakit ini dan mengalami sakit berat. Selain itu, anak-anak juga berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi yang berbahaya dan bisa menyebabkan kecacatan, bahkan kematian.

Oleh karena itu, Ibu perlu melengkapi imunisasi Si Kecil sesuai jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah, ya. Berikut ini adalah jadwal pemberian imunisasi dasar yang wajib diberikan kepada anak sesuai usianya:

Sebagai catatan, vaksin pentavalent + OPV dapat diganti dengan vaksin hexavalent, yaitu gabungan antara vaksin pentavalent dan IPV (inactivated poliovirus vaccine) yang dapat diberikan dalam 1 kali suntik.

Selain imunisasi di atas, ada juga jadwal imunisasi tambahan yang bisa diberikan pada anak, yaitu:

Jika keadaan tidak memungkinkan bagi Ibu atau Si Kecil untuk keluar rumah, imunisasi tambahan bisa ditunda paling lama 1 bulan. Namun, sebisa mungkin usahakan agar imunisasi dasar tetap diberikan sesuai jadwal.

Nah, sebelum berangkat imunisasi, pastikan dan siapkan dulu beberapa hal ini ya, Bu!

1. Perhatikan riwayat kontak

Perhatikan terlebih dahulu riwayat kontak anak atau pun orangtua. Bila anak atau orangtua sakit atau memiliki riwayat kontak dan berpergian dari area epidemik, sebaiknya tunda kunjungan imunisasi.

2.Pastikan kondisi si Kecil optimal setiap sebelum imunisasi

Setiap kali akan dilakukan imunisasi, petugas kesehatan atau dokter akan melakukan wawancara kepada orangtua mengenai kondisi si Kecil. Pemeriksaan badan juga harus dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan mencari tahu apakah si Kecil sakit atau tidak.

Pada keadaan sakit ringan seperti batuk, pilek atau diare, imunisasi tetap dapat dilakukan dan penyakit yang diderita si Kecil diobati. Pemberian imunisasi dalam keadaan sakit ringan tidak akan mempengaruhi pembentukan kekebalan tubuh atau antibodi.

Si Kecil pilek dan batuk sebelum pergi imunisasi? Pijat dia di bagian dada, leher, dan punggung dengan balsam Transpulmin Baby untuk usia 0 -24 bulan atau Transpulmin Kids untuk usia > 2 tahun. Transpulmin dapat membantu meredakan gejala pilek dan batuk, sehingga Ibu tidak perlu terburu-buru memberikan obat yang bisa mengintervensi kerja vaksin ya.

3. Buat jadwal terlebih dulu

Sebelum berangkat untuk imunisasi ke puskesmas, posyandu, atau rumah sakit, lebih baik Ibu menghubungi dokter atau pihak pelayanan kesehatan terlebih dahulu untuk membuat janji kedatangan. Hal ini adalah salah satu antisipasi agar Ibu dan Si Kecil tidak terlalu lama menunggu di tengah keramaian.

4. Bawa hand sanitizer

Di samping itu, jangan lupa untuk selalu membawa hand sanitizer di tas Ibu saat membawa Si Kecil imunisasi, ya. Ibu dan Si Kecil juga wajib menggunakan masker kain selama berada di luar rumah, baik dalam perjalanan ataupun di tempat imunisasi.

5. Selalu jaga jarak

Terapkan  physical distancing, yaitu menjaga jarak 1–2 meter dengan orang lain, ketika Ibu dan Si Kecil di luar rumah. Bila Si Kecil sudah bisa berlari-larian, tahan agar ia tidak ke mana-mana, terutama saat di fasilitas kesehatan.

6. Tidak Pergi Ke Tempat Lain Apabila Tidak Mendesak

Setelah imunisasi selesai, segera pulang ke rumah dan usahakan untuk menghabiskan sesedikit mungkin waktu di luar rumah. Sesampainya di rumah, Ibu dan Si Kecil harus segera mencuci tangan dengan air dan sabun, serta mengganti pakaian.

7. Berikan Vaksin Sesuai Jadwal dan Kebutuhan Anak

Vaksin yang terlambat diberikan dapat dilanjutkan tanpa mengenal istilah hangus. Vaksin yang diberikan terlambat dapat tetap melindungi Si Kecil walaupun tidak sebaik yang diberikan tepat waktu. Untuk mengejar keterlambatan, dapat digunakan vaksin kombinasi atau pemberian secara bersamaan. Dengan pemberian vaksin ini, si Kecil menjadi lebih nyaman.

 

Sumber:

https://www.alodokter.com/yuk-tetap-lengkapi-vaksinasi-anak-selama-pandemi-covid-19

https://www.nutriclub.co.id/article-balita/kesehatan/imunisasi/sebelum-dan-sesudah-imunisasi

https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-5-tips-yang-perlu-dilakukan-sebelum-imunisasi-anak-di-tengah-pandemi-corona

Kembali ke Kumpulan Artikel